Showing posts with label keluarga bahagia. Show all posts
Showing posts with label keluarga bahagia. Show all posts

Maksud hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.

Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.


Dua kali dipotong

Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.

Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.

Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….

Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.

Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Saat itu aku sedang hamil tiga bulan. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan bagian usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga membuat lubang anus sementara (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.


Utang belum lunas

Ternyata cobaan kami belum berakhir sampai di situ. Tiga hari kemudian, dokter menemukan masih ada bagian usus yang bocor. Mau tidak mau, Hilal harus kembali naik ke meja operasi dan merelakan sebagian ususnya lagi.Jelas, aku dan suami sangat ingin Hilal sembuh. Namun, di sisi lain, penghasilanku sebagai buruh tidaklah seberapa. Setiap bulan, aku hanya bisa membawa pulang uang Rp 250.000 atau Rp 300.000 kalau lembur. Adapun suamiku penghasilannya tidak pernah menentu. Maklum, ia hanya kuli kasar di pabrik tahu di Bandung.

Sejak Hilal jatuh sakit, aku memutuskan berhenti bekerja. Alhasil, suamiku harus banting tulang mengerjakan pekerjaan apa pun asal menghasilkan uang. Kendati sudah bekerja begitu keras, rasanya sia-sia saja. Biaya operasi Hilal yang mencapai Rp 16 juta terasa begitu besar dan entah kapan bisa dilunasi. Apalagi, kami hanya punya waktu 10 hari untuk melunasinya. Untung pihak rumah sakit berbaik hati memberi kelonggaran waktu dua hari sehingga kami masih sempat meminjam uang ke beberapa keluarga dan tetangga.

Demi kesembuhan Hilal pula, kami harus lebih berhemat. Rumah kontrakan kami tinggalkan dan kami menumpang di rumah orangtuaku. Sebenarnya uang kontrakan rumah itu tidak terlalu besar, hanya Rp 300.000 per tahun, tapi tetap saja uang sebesar itu sangat berarti untuk biaya pengobatan Hilal.

Kata dokter, kolostomi di perut Hilal sudah bisa ditutup setelah tiga bulan. Namun, baru setelah delapan bulan kemudian, tepatnya 23 Juli 2009, operasi penutupan dilakukan. Apalagi kalau bukan masalah biaya. Itu pun bisa dilakukan karena kami dapat bantuan dari sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 14 juta.

Soal utang ke keluarga dan tetangga sebesar Rp 16 juta, entah kapan bisa kami selesaikan. Kepalaku jadi tambah pening bila mengingat, sebentar lagi si sulung, Panda Erdini (11), akan masuk SMP.

 Sejak ususnya yang busuk dipotong, Hilal tidak lagi merasakan sakit pada bagian ususnya. Celakanya, rasa sakit justru berpindah ke bagian kolostominya. Setiap kali habis makan, makanan itu pasti langsung keluar melalui lubang anus buatan itu. Saat itulah dinding perutnya merasakan sakit yang luar biasa. Ia bisa menangis menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi plastik yang menempel untuk menampung feses yang penuh dan harus diganti dengan yang baru. Double tape yang sering kali dilepas dan dipasang membuat kulit perutnya iritasi dan perih.Jika sudah tak bisa menahan sakitnya, Hilal akan berujar, “Udah Hilal paeh aja! (Hilal lebih baik mati saja!)” Kadang juga ia berteriak minta maaf kepada Allah dan minta disembuhkan sambil mengatupkan kedua tangannya. Kasihan anakku.

Setiap hari, selama delapan bulan itu, ia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur. Hilal hanya mampu berjalan beberapa menit karena jika terlalu lama ia pasti langsung merasakan sakit di bagian kolostominya. Setiap malam, ia juga harus tertidur dengan paha diangkat menyentuh ke perutnya. Katanya, terasa enak dan membantu menahan rasa sakitnya.


Kapok Makan Mi

Agar ia tidak merasa bosan di kamar seharian, aku mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajarinya membaca. Awalnya, sih, sekadar membacakan buku-buku cerita untuknya, tapi lama-kelamaan ia merasa tertarik untuk membaca. Aku dan Panda bergantian mengajarinya. Tidak terasa, saat ini ia sudah lancar membaca, lo.

Memang, sebetulnya Hilal anak yang sangat pintar dan aktif. Sebelumnya ia tidak pernah sakit dan sangat penurut. Namun, sejak kelahiran adiknya dua bulan lalu, Ilham Haki, ia menjadi lebih manja padaku. Ia melarangku menggendong dan menyusui adiknya. Aku, sih, maklum saja karena dia masih sakit dan mungkin takut rasa sayangku direbut oleh adiknya.

Sekarang Hilal sudah bisa berjalan lagi. Memang, sih, masih sedikit bongkok, tapi aku yakin dalam waktu dekat ia bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna. Katanya, ia ingin segera sekolah.

Yang membuatku lega, sejak sakit itu, Hilal trauma dengan mi instan. Bahkan melihatnya saja, dia seakan tak sudi. Beda dengan dulu, sekarang ia sangat senang mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur, daging, buah, dan susu. Susu memang dianjurkan dokter untuk membantu memperbaiki kondisi dan kinerja ususnya.

Mudah-mudahan ia bisa segera sembuh dari sakitnya dan menjadi anak yang pintar serta berprestasi di sekolahnya nanti. 

Saya rasa hidup ini biarlah ikhlas.. kieikhlasan itu datangnya dari lubuk hati yg murni.. sukar utk kita mengukur keikhlasan seseorang melainkan dapat dinyatakan dgn kelakuan.. apabila keikhlasan dapat dinyatakan dgn kelakuan atau tingkahlaku... itulah namanya kasih sayang.. kasih sayang untuk sebuah perkongsian merupakan keikhlasan yang agung...

When scouting around for a life insurance company, there are few things you must think through before closing the contract. The most important service that every insurance company must provide is protection. After all, this is what insurance coverage is about – to protect the insured person and his beneficiaries from financial inconvenience should something untoward such as death happens to the policyholder. Here are the chief points that one should look for when availing of life insurance coverage.

Type of policy benefits
Make sure you read the fine-printed terms that accompany your insurance plan. Find out if your policy benefits are fixed, universal or flexible. Since each policyholder has different needs, choose a plan that allows adjustments to fit your future requirements.

Premium fees
Payment rates vary with different insurance companies. However the common bases in determining the fees for any type of life insurance are age, occupation, health and lifestyle.

More Perks
Most insurance plans come with perks or incentives such as retirement benefits, mutual fund benefits, estate planning and so on. Once again, more stable insurance agencies are the ones that provide additional services along with the existing policies of their clients.

Customer Support
This is one of the most important factors to be considered when buying an insurance policy. Make sure your insurance company will not leave you in midair after you have purchased a policy from them.

Prompt Awarding of Claims
What good is an insurance company if it cannot give the due payment to the beneficiaries at the time when they need it most? Delay in awarding of claims is a big no-no. Verify from your insurance agent if they can deliver the claims to your family at a given time frame.


Did you know that once you hit 40 years of age, whether you're a man or a women, your body starts aging FASTER than normal? Studies have shown that without the proper nutrients and exercise, your body will age about 6 months EXTRA for every year that passes. Think about that! If you are 40, that means by the time you hit 44 you will LOOK and FEEL 48. And by the time you reach 60, you will LOOK and FEEL 70 YEARS OLD! We see this every day... just look around you.

Did you know that 90% of people over the age of 35 lose enough muscle every year to burn off an additional 4 pounds of body fat? That means you not only lose the only thing on your body that creates shape, tone, and strength—you also gain more fat every year, even if your calories stay the same.

Did you know that all of this is reversible at any age? That there are specific ways to move, eat, and think that tell your brain to STOP this rapid aging process... and even SLOW IT DOWN to the point where you're aging less than a year for every year? That means you can look younger at 40 than you do at 35... or if you're like Becky and I, younger at 50+ than we did at 40!

This is not fantasy talk. This does not require a boatload of anti-aging drugs, supplements, or gimmicks. And, this works for anyone, male or female, and works at any age. 35, 45, 55, 65, 75... you name it. The biology is exactly the same.

My years as editor-in-chief at Iron Man Magazine have allowed me to peer into the secret routines of the anti-aging experts. Over the years, both Becky and I have picked up SO many tips, tricks, and strategies that have allowed us to literally reverse the aging process, at least from a cellular level. That means our body's look, feel, and MOVE younger than our chronological age.

We've taught this System to countless men and women over the years, and it always begins with these 5 key principles you must apply in order to STOP the rapid onset of aging that's going on right now, reverse it, and begin "aging backwards" by restoring your body's natural youth hormones.

That said, we have to warn you: What you are about to hear may go against all the conventional diet and exercise advice you've been hearing. That's because the world has, to be utterly frank, gone soft! "Core training", hot yoga, spin classes, tai chí all of these are just fine, but they won't slow your aging, and they certainly will never shape your muscles or burn off stubborn body fat. No way!



Step 1: Forget Low-Fat Diets

Forget Low Fat!Low fat everything has been the craze now for decades and look around. What has that wonderful bit of advice done for the bodies you see? We're fatter, sicker, and more addicted to sugar and carbs than any other time in history. And, we're passing these habits to our kids.

Fats are not to be feared – they're to be embraced. They do not make you fat; rather, they help your body regenerate your power hormones. Testosterone, the 'strength' hormone, for example, is the direct result of cholesterol and dietary fat intake. That's right: "Cholesterol" isn't a dirty word! Your body needs dietary fat and cholesterol in order to produce ANY AND ALL vital hormones.

People on low fat diets look drawn, gaunt, and weak. They are often sick, sometimes to the point of literally breaking down. And, they can never just enjoy eating out. Every meal and every gram must be accounted for. Do you really think this will make you younger? Of course not... it will worry you to death if it doesn't kill you first!


Step 2: Stop Running in Circles

Stop Spinning Your Wheels!Gym classes can be fun, if you like sitting in one place and torturing yourself. But have you noticed how little people change their bodies in these classes? Sure, it's good "cardio", but cardiovascular conditioning can be gained with far less time and effort.

Treadmills, and any form of endurance training (especially running) does very little to help the age reversal process. Many times, these long-duration exercise bouts accelerate the aging process by increasing free radicals. These free radicals are scavengers that prey on your body's essential nutrients and tissues.

There's a smart way to exercise... we'll cover that in a minute. And, what's wonderful is that it takes you about ¼ the time of traditional workouts. We'll cover more details on the next page.


Step 3: Stop Blaming Everything On How Old You Are

Stop Spinning Your Wheels!The guys to the left are not fat because they are old—they're fat because they eat, think, and move like a fat, old, dying person! Becky and I are both in our 50s—older than the guys in this photo—and I still sport a nice six-pack, and Becky transformed her body from the typical "middle age mom" to a slim, toned, and super-sexy woman who looks 10 years younger. (See the next page for photos!)

Listen: Your body doesn't own a clock. Studies have shown that men and women in their 90s were able to gain muscle tone in just a matter of weeks of simple weight training. I've personally seen men and women transform their physiques at literally all ages—25 to 95!

If you're around those naysayers who are constantly talking about growing old, all their aches and pains, and how life is just down hill after 40—LEAVE! Surround yourself with positive thinkers who absolutely crave a challenge. A challenge is what keeps you YOUNG, and the best challenge there is happens to be taking control of your health and body.


Step 4: Avoid Chronic Dehydration

Drink Your Water!Water isn't just "good for you" — water burns fat. Water suppresses hunger. Water renews your skin. Just drinking 12 ounces of pure water every day can take a few years off your face in a matter of weeks. You'll also drop fat, have more energy, and save your kidneys and liver from chronic overwork.

When your kidneys are taxed from too little water, your liver has to take over. Now, get this: Your liver is your number one fat-burning organ. Do you REALLY want it processing liquids and toxins rather than BURNING FAT? No way, right? Well, grab a glass of water, and watch the mirror. Within a few weeks, the change to your face and body will be noticeable.


Step 5: Work Out LESS (Yes, Less)

Work Out LESSIf you don't work out at all, you're going to lose muscle tissue every year. That means you'll get fatter and flabbier each and every year with less shape and more sag. Is this what you desire? No way, right?

Well, the answer is old school resistance training. Here's the secret: hardly anyone is doing it right!

Becky and I have seen literally thousand of pro fitness athletes train over the years. The ones who looked the best — and that means looked the youngest, most toned, and had the least amount of unwanted fat — were the ones who left the gym while others were still warming up!

Over the past decade, Becky and I have developed a men and women's workout system that we call F4X Training System. This is a revolutionary way of combining four specific exercises done in literally a matter of minutes. That's ALL YOU NEED... And don't let anyone tell you otherwise!

That's right: We do not do endless cardio sessions (the F4X Training System is a great cardiovascular workout) and we do not spend an hour a day in the gym. We have a life, thank you. We have kids, and we value being both fit and real people at the same time. The F4X Training System was our personal breakthrough to achieving our ideal bodies, staying in tip-top shape with minimal time, and having a life outside a gym.


1- Ingat yang kita tak melahirkan robot, tapi seorang manusia. Walaupun masih kecil, anak-anak ini sudah mempunyai emosi yang kadang-kadang ok, atau kadang-kadang merasa tidak selesa dan marah dengan sesuatu. Maka tugas kita sebagai ibu bapa untuk memujuk dan mendidik mereka dengan sebaiknya.

2- Menangis atau meragam adalah cara anak kecil berkomunikasi dan menyampaikan kepada kita sesuatu maksud. Mungkin mereka ingin memberitahu kepada kita yang mereka demam, sakit perut, minta bantuan kita untuk sesuatu dan sebagainya. Sebaiknya periksa dulu apa yang membuatkan anak menangis.

3- Ingat bahawa ingatan anak kecil sangat kuat dan mudah mengikut perbuatan dan percakapan kita. Kita pastinya tidak mahu anak- anak kita membesar menjadi seorang yang pemarah dan emosi yang tidak stabil. Jaga percakapan dan tingkah laku kita daripada melampaui batas.. Elakkan daripada menyebut perkara-perkara negatif kepada anak kecil.

4- Bersyukur yang kita dikurniakan anak. Berapa ramai pasangan suami isteri di luar sana yang tidak mendapat cahaya mata. Bersyukur yang Allah maha pemurah kerana memeberikan kita peluang menjadi ibu dan ayah.

5- Fikirkan yang jika sesuatu yang tidak baik berlaku kepada anak kita, pastinya kita akan merasa terkilan kerana memarahi mereka yang bukan-bukan. Pastinya juga kita akan menyesal yang tidak berkesudahan.

6- Banyakkan istighfar dan selawat jika kita mula hilang sabar. Jika merasa hendak marah yang amat sangat, biarkan anak seketika. Ambil masa untuk kita tenangkan diri, dan pada masa yang sama anak juga dapat bertenang seketika. Bila sudah dapat menenangkan diri, pujuk anak kembali.

7- Fikirkan adakah kita mahukan anak yang sihat, boleh menangis dan meragam.. atau pun mempunyai anak yang tidak menangis dan meragam, tapi hanya terlantar kesakitan?? pastinya kita akan merasa bersyukur kerana anak-anak masih sihat walaupun kadang-kadang meragam.

8- Banyakkan memperdengarkan anak-anak dengan bacaan Al-quran, supaya hati mereka lembut dan mudah mendengar kata.

9- Bercakap kepada mereka dengan lembut kerana jika kita bercakap kasar dan meninggikan suara, itu langsung tidak akan menyelesaikan masalah. Fikirkan bagaimana perasaan kita jika ada orang memarahi kita sebegitu.

10- Fikirkan yang anak-anak menangis atau meragam kerana mungkin nak mendapatkan perhatian kita. Muhasabah diri mungkin kita kurang memberi masa dan kasih sayang kepada mereka.


Do you know that nearly 90% of Malaysians are clueless on the types of policies they have bought over the years. They have been paying for the policies with assumption that it will pay them in full no matter what their claims are without understanding the underlying limitations! And most of them not even know what are they paying for. Common reason of Malaysian buying policies is mainly because the agent is their friends, family etc. and some even bought the policy based on the branding and marketing "claims" that it's the No.1 insurance company in Malaysia. Please be noted that branding of the insurance company won't help you at all! What matters the most is in your policy documents! Most people won't even bother to read the term and condition clearly but just blindly listen to the agent! Different medical plans in Malaysia have different limitation! There's no such thing as all medical insurance are the same!!

If you already have policies, please get them reviewed and I promise you will get the shock of your life!!! Make a choice to understand the limitations of your policies before its too late! Don't just sit and get quotation thru email for comparison in premium cost and investment return but sit down with financial advisor who can help you and assist you in choosing the best medical plan based on your needs, budget and how to avoid costly mistakes.

The most crucial aspect of claiming is what documented in your policy document, you need to understand the fine prints, black and white! You need to know how to avoid and save yourself from burning ship before its too late! Because health changes overnight!!!

An experienced agent would have done many hospitalisation claims for his/her clients over the years. Through the experience, one can tell what it gonna work for you & what can be the biggest financial cost of your life!! 

If you have a choice to choose:

1. Which one is the smarter choice?

A) Company A pays 90% of your Medical Bills- 10% Co Insurance borne by policy holder

B) Company B pays 100% of your Medical Bills fully

2) Are you aware of the difference between Inpatient Hospitalization & Outpatient Treatment in your policy? Why is it separated in your Medical Schedule of Benefits?

3) What are the limitations in your policy Vs the Actual Cost of Hospital Bills in Malaysia

Actuaries are highly trained individuals with such intelligence to determine the risk factor before getting a plan approved by Bank Negara. Do not just take the word of an agent verbally, but always look at the fine prints black&white, and the Cost of Insurance chart in the policy documents- understand the pros and cons clearly before you make any Costly Mistakes especially during Hospital Claim!

**Please take note- this is mainly to create awareness for Malaysians to Make A Smart decision before its too late!!



PADA 5 JULAI 2013, Bank Negara menguatkuasakan peraturan baru menghadkan: (i) pinjaman peribadi setakat 10 tahun maksimum (dahulu 25 tahun); pinjaman hartanah dan rumah 35 tahun (dahulu 45 tahun), dan (iii) tidak membenarkan lagi pinjaman pra kelayakan.

Alasan yang diberikan Bank Negara adalah untuk menangani kenaikan hutang isirumah yang meningkat dari RM465.2 bilion pada tahun 2008 kepada RM754.6 bilion pada pertengahan tahun 2013. Dengan harga rumah mahal, harga kereta mahal dan kos hidup yang mahal, rakyat Malaysia adalah ‘juara’ dalam membuat hutang, iaitu hutang isirumah kita adalah 140% berbanding dengan pendapatan, Singapura 105%, Amerika 123%, Korea 101%, Thailand 53% dan Indonesia 38%. 

Akibat hutang yang banyak ini, kadar individu yang diisytiharkan bankrap pada tahun 2012 ialah 19,575 ataupun 53 orang sehari dalam setahun, di mana 50% adalah dari golongan berumur 25-44 tahun. Jumlah individu yang bankrap dari tahun 2007 sehingga 2013 adalah 245,000 orang yang mana faktor utamanya adalah disebabkan oleh kegagalan untuk membayar pinjaman (hutang). 

Persoalannya, kenapa hutang rakyat kita tinggi? Menurut data Bank Negara, 64% pinjaman yang dibuat oleh isirumah adalah dari pinjaman perumahan dan kereta sahaja. Pinjaman peribadi jatuh ke tempat ketiga paling banyak. 

Pertanyaannya, mengapa harga rumah mahal sehingga boleh membuatkan kita terhutang sampai ke tua? Bila rakyat bertanya hal ini, jawapan pemaju mudah sahaja, iaitu kerana barang kos pembinaan seperti simen, pasir, batu-bata dan seribu satu macam perkara lain lagi naik harga. Bagi ahli ekonomi, mereka menjawab kerana permintaan melebihi penawaran. 

Saya pun hairan kenapa kerajaan tidak boleh mengawal harga rumah ini? Apakah payahnya sangat untuk kerajaan menetapkan harga rumah mampu milik kepada rakyat, iaitu rumah yang boleh dibeli oleh golongan berpendapatan sederhana yang harganya dalam lingkungan RM100-RM200 ribu sahaja.

Ini kerana saya lihat harga rumah yang ditetapkan oleh pemaju sekarang sudah di luar dari istilah rumah mampu bilik. Bayangkan bagaimana seorang yang baru bekerja boleh memiliki rumah jika harga rumah dua tingkat di Bandar Baru Bangi dengan keluasan 20”X70” pun sudah mencecah RM500 ribu. Bayangkan harga rumah kondominium di Bangsar yang seluas 2,000 kaki (185 meter) persegi dijual pada harga RM2.4 juta seunit dan harga sebuah rumah semi-D di Sri Hartamas berharga RM1.5 juta. Siapakah yang mampu membelinya?

Bayangkan pula kalau ada hutang kereta, anak kecil 3 orang, kena beli lampin anak, bayar orang gaji, kad kredit, pakaian, persekolahan, minyak kereta dll, maka apa lagi yang tinggal? Bagaimana mungkin mampu untuk membeli rumah semahal ini jika pendapatan suami isteri hanya RM5 ribu sebulan sahaja dengan bayaran yang ditetapkan dalam masa 35 tahun. Jika suami isteri berpandapatan RM5 ribu pun tidak mampu, bagaimana bagi mereka yang berpendapatan lebih rendah dari itu?

Saya cukup risau dengan harga rumah yang tidak terkawal dan over priced ini. Sekarang ini pun dengan gaji RM6 ribu sebulan, belum tentu dapat membeli rumah yang berharga RM400 ribu. Andaikan si pembeli meminjam RM400 ribu sahaja daripada bank dengan purata kadar faedah enam peratus setahun, peminjam perlu membayar ansuran bulanan sebanyak kira-kira RM2,400 selama 30 tahun. Ini bermakna peminjam yang membeli rumah teres pada usia 30 tahun hanya akan habis membayar hutang pada usia 60 tahun. Persoalannya, berapa ramaikah rakyat kita memiliki pendapatan RM6 ribu sebulan sekarang?

Apabila melihat kepada masalah harga rumah yang semakin ‘tidak masuk akal’ sekarang ini, saya terpanggil untuk membincangkan masalah ini. Saya sedih melihat nasib rakyat yang terhimpit dengan masalah ini kerana biarpun sudah berumur 45 tahun dan berkelulusan universiti, sehingga sekarang pun masih ‘menyewa’ lagi. Itu belum lagi mengambil kira mereka yang bekerja di bawah dari tahap gaji pegawai yang berkelulusan universiti.

Atas masalah harga rumah yang tinggi ini, saya mencadangkan kepada pihak kerajaan supaya mengambil tindakan berikut:

i. Turunkan kadar faedah daripada 4% kepada 2% sahaja untuk pinjaman kerajaan dan dari 6% kepada 3% sahaja untuk pinjaman bank bagi rumah pertama. Ambil perhatian kerajaan Kelantan tidak mengenakan faedah kepada kakitangan awamnya dan Public Bank hanya mengenakan kadar faedah sebanyak 1% sahaja kepada kakitangannya.

ii. Naikkan elaun perumahan untuk kumpulan sokongan dari RM180 sebulan kepada jumlah yang lebih wajar. Di Kuala Lumpur, sewa sebilik pun sudah RM250-500 sebulan. Bagi pekerja swasta pula, kerajaan perlu mewajibkan syarikat membayar elaun perumahan kepada pekerjanya campur dengan gaji minimum yang baru diwajibkan.

iii. Kerajaan sendiri membina lebih banyak rumah sesuai dengan permintaan dengan tidak lagi menyerahkannya kepada pemaju swasta. Sekiranya syarikat swasta mahu juga membinanya, kerajaan perlu meminda akta supaya segala pembangunan perumahan yang dilakukan oleh syarikat swasta hendaklah mengikut syarat-syarat ketat harga yang ditetapkan kerajaan supaya harga menjadi terkawal dan tidak lagi melampau.

iv. Menteri Perumahan yang baru sepatutnya merangka mekanisme untuk menurunkan harga rumah sama ada dengan mengurangkan kos pembinaan dan lain-lain tindakan yang wajar.

v. Jika harga rumah mahal disebabkan oleh harga tanah, maka kerajaan hendaklah menetapkan harga siling bagi setiap kaki persegi tanah kerana tanah adalah milik kerajaan yang boleh dikawal.

vi. Jika harga tanah di bandar mahal untuk membangunkan perumahan, maka binalah apartment ‘layak duduk’ yang sesuai untuk golongan berpendapatan rendah. Mereka tetap perlu disediakan rumah kerana itu adalah keperluan asas manusia yang perlu disediakan oleh kerajaan untuk rakyatnya. Jangan pula cari alasan ‘kalau ayam mahal jangan makan ayam’, atau ‘kalau rumah di bandar, mahal sewa atau belilah rumah di kampung’. 

Saya yakin jika kerajaan boleh membuat pelbagai program seperti Hari Sukan, Hari Wanita dan Hari Belia dengan kos yang berjuta, tentunya tidak sukar bagi kerajaan untuk mengambil langkah lebih adil bagi menyediakan perumahan kepada rakyat ini.

Mengingatkan tentang hutang rakyat kita yang terlalu tinggi dan ramai lagi dari kalangan mereka yang masih belum mempunyai rumah sendiri, hati saya mengeluh. Semoganya tidak lagi selepas ini.