Showing posts with label sayang anak. Show all posts
Showing posts with label sayang anak. Show all posts

Maksud hati membantu suami menambah penghasilan, apa daya anak jadi korban. Akibat kerap meninggalkan buah hatinya, Hilal Aljajira (6), Erna Sutika (32) kini harus menelan pil pahit. Usus Hilal bocor dan membusuk hingga harus dipotong. Rupanya tiap hari Hilal hanya menyantap mi instan karena di rumah tak ada orang yang memasakkan makanan untuknya. Berikut cerita Erna.

Saat usia Hilal menginjak 2 tahun, aku memutuskan bekerja, membantu keuangan keluarga mengingat penghasilan suamiku, Saripudin (39), kurang mencukupi kebutuhan keluarga.

Aku bekerja di perusahaan pembuat bulu mata palsu, tak jauh dari rumah kami di Garut. Setiap berangkat kerja, Hilal kutitipkan kepada ibuku. Di situ, ibuku kerap memberinya mi instan. Bukan salah ibuku, sih, karena sebelumnya, aku juga suka memberinya makanan itu jika sedang tidak masak.

Ternyata, Hilal jadi “tergila-gila” makanan itu. Ia akan mengamuk dan mogok makan jika tak diberi mi instan. Ya, daripada cucunya kelaparan, ibuku akhirnya hanya mengalah dan menuruti kemauan Hilal. Lagi pula, kalau tidak diberi, Hilal pasti akan membeli sendiri mi instan di warung dekat rumah dengan uang jajan yang kuberikan. Praktis, sehari dua kali ia makan mi instan.


Dua kali dipotong

Kamis, 20 November 2008, Hilal mengeluh sakit perut. Kupikir sakit biasa. Anehnya, setelah tiga hari, sakitnya tak kunjung hilang dan ditambah ia tidak bisa buang air besar. Gara-gara itulah perutnya membesar.

Khawatir, kubawa Hilal ke mantri dekat rumah. Karena tetap tidak ada perubahan, kami kemudian membawanya ke RSU Dr Slamet, Garut. Ternyata hasil pemeriksaan dokter lebih menyeramkan dari yang kuduga. Kupikir, cukup dengan obat pencahar perut, sakit Hilal bisa segera sembuh. Rupanya tak segampang itu.

Hasil tes darah dan rontgen memperlihatkan, Hilal harus segera dioperasi karena beberapa bagian di ususnya bocor dan membusuk. Ketika kutanyakan apa penyebabnya, dokter menjawab, akibat dari kandungan makanan yang Hilal konsumsi selama ini tidak sehat dan membuat ususnya rusak. Saat itulah kutahu Hilal terlalu sering menyantap mi instan. Astagfirullah….

Atas rujukan dokter, kami kemudian membawa Hilal ke RS Hasan Sadikin, Bandung, dengan alasan peralatan medis di RS itu lebih lengkap. Sejak awal, tim dokter sudah pesimistis dengan kondisi Hilal yang begitu memprihatinkan dengan berat badan yang tidak sampai 11 kg. Dokter juga bilang, dari puluhan kasus serupa, hanya tiga orang yang bertahan hidup. Aku hanya bisa berserah pada Allah SWT.

Baru pada 25 November 2008 operasi dilakukan di RS Immanuel, Bandung. Saat itu aku sedang hamil tiga bulan. Dokter mengamputasi usus Hilal sekitar 10 cm. Untuk menyatukan bagian usus yang terputus itu, dokter menyambungnya dengan usus sintetis. Selain itu, dokter juga membuat lubang anus sementara (kolostomi) di dinding perut sebelah kanan.


Utang belum lunas

Ternyata cobaan kami belum berakhir sampai di situ. Tiga hari kemudian, dokter menemukan masih ada bagian usus yang bocor. Mau tidak mau, Hilal harus kembali naik ke meja operasi dan merelakan sebagian ususnya lagi.Jelas, aku dan suami sangat ingin Hilal sembuh. Namun, di sisi lain, penghasilanku sebagai buruh tidaklah seberapa. Setiap bulan, aku hanya bisa membawa pulang uang Rp 250.000 atau Rp 300.000 kalau lembur. Adapun suamiku penghasilannya tidak pernah menentu. Maklum, ia hanya kuli kasar di pabrik tahu di Bandung.

Sejak Hilal jatuh sakit, aku memutuskan berhenti bekerja. Alhasil, suamiku harus banting tulang mengerjakan pekerjaan apa pun asal menghasilkan uang. Kendati sudah bekerja begitu keras, rasanya sia-sia saja. Biaya operasi Hilal yang mencapai Rp 16 juta terasa begitu besar dan entah kapan bisa dilunasi. Apalagi, kami hanya punya waktu 10 hari untuk melunasinya. Untung pihak rumah sakit berbaik hati memberi kelonggaran waktu dua hari sehingga kami masih sempat meminjam uang ke beberapa keluarga dan tetangga.

Demi kesembuhan Hilal pula, kami harus lebih berhemat. Rumah kontrakan kami tinggalkan dan kami menumpang di rumah orangtuaku. Sebenarnya uang kontrakan rumah itu tidak terlalu besar, hanya Rp 300.000 per tahun, tapi tetap saja uang sebesar itu sangat berarti untuk biaya pengobatan Hilal.

Kata dokter, kolostomi di perut Hilal sudah bisa ditutup setelah tiga bulan. Namun, baru setelah delapan bulan kemudian, tepatnya 23 Juli 2009, operasi penutupan dilakukan. Apalagi kalau bukan masalah biaya. Itu pun bisa dilakukan karena kami dapat bantuan dari sebuah stasiun televisi swasta sebesar Rp 14 juta.

Soal utang ke keluarga dan tetangga sebesar Rp 16 juta, entah kapan bisa kami selesaikan. Kepalaku jadi tambah pening bila mengingat, sebentar lagi si sulung, Panda Erdini (11), akan masuk SMP.

 Sejak ususnya yang busuk dipotong, Hilal tidak lagi merasakan sakit pada bagian ususnya. Celakanya, rasa sakit justru berpindah ke bagian kolostominya. Setiap kali habis makan, makanan itu pasti langsung keluar melalui lubang anus buatan itu. Saat itulah dinding perutnya merasakan sakit yang luar biasa. Ia bisa menangis menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi plastik yang menempel untuk menampung feses yang penuh dan harus diganti dengan yang baru. Double tape yang sering kali dilepas dan dipasang membuat kulit perutnya iritasi dan perih.Jika sudah tak bisa menahan sakitnya, Hilal akan berujar, “Udah Hilal paeh aja! (Hilal lebih baik mati saja!)” Kadang juga ia berteriak minta maaf kepada Allah dan minta disembuhkan sambil mengatupkan kedua tangannya. Kasihan anakku.

Setiap hari, selama delapan bulan itu, ia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur. Hilal hanya mampu berjalan beberapa menit karena jika terlalu lama ia pasti langsung merasakan sakit di bagian kolostominya. Setiap malam, ia juga harus tertidur dengan paha diangkat menyentuh ke perutnya. Katanya, terasa enak dan membantu menahan rasa sakitnya.


Kapok Makan Mi

Agar ia tidak merasa bosan di kamar seharian, aku mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajarinya membaca. Awalnya, sih, sekadar membacakan buku-buku cerita untuknya, tapi lama-kelamaan ia merasa tertarik untuk membaca. Aku dan Panda bergantian mengajarinya. Tidak terasa, saat ini ia sudah lancar membaca, lo.

Memang, sebetulnya Hilal anak yang sangat pintar dan aktif. Sebelumnya ia tidak pernah sakit dan sangat penurut. Namun, sejak kelahiran adiknya dua bulan lalu, Ilham Haki, ia menjadi lebih manja padaku. Ia melarangku menggendong dan menyusui adiknya. Aku, sih, maklum saja karena dia masih sakit dan mungkin takut rasa sayangku direbut oleh adiknya.

Sekarang Hilal sudah bisa berjalan lagi. Memang, sih, masih sedikit bongkok, tapi aku yakin dalam waktu dekat ia bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna. Katanya, ia ingin segera sekolah.

Yang membuatku lega, sejak sakit itu, Hilal trauma dengan mi instan. Bahkan melihatnya saja, dia seakan tak sudi. Beda dengan dulu, sekarang ia sangat senang mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur, daging, buah, dan susu. Susu memang dianjurkan dokter untuk membantu memperbaiki kondisi dan kinerja ususnya.

Mudah-mudahan ia bisa segera sembuh dari sakitnya dan menjadi anak yang pintar serta berprestasi di sekolahnya nanti. 

SISTEM PERMOHONAN KE TINGKATAN SATU (1) SEKOLAH SENI MALAYSIA AMBILAN 2016 SECARA ONLINE telah dibuka mulai 26 Mei 2015.Untuk memohon sila ke pautan sistem 'e-SSeM' di web KPM www.moe.gov.my.
Permohonan ini dibuka sehingga 5 September 2015. Sebarang pertanyaan hubungi Puan Zuraini Abu Hassan di talian 03-88721620 di Bahagian Kokurikulum dan Kesenian, KPM.

Pengambilan  tahun ini untuk mengisi  sekolah  seni  Sabah  di  Sandakan.

Mohon promosikan kepada ibubpa dan murid-murid tahun 6 2015..kita sama2 membantu mempromosikn permohonan supaya jumlah yang diperlukan mncukupi untuk mewujudkan sekolah seni Sabah..

Perkongsian ini mungkin boleh membantu anda mengatasi anak-anak yang suka menjerit, berguling-guling apabila tidak mendapat barang yang diingini. Baca perkongsian menarik di bawah:Anak anda suka menjerit?

Sepanjang saya menetap di Prague, ini satu perkara yang saya perasan. Anak-anak atau bayi di sini tidak pernah cakap atau menangis menjerit-jerit.Saya terfikir, "eh? takkan baik sangat bayi kat sini? Menangis menjerit itu pun ada kaitan dengan genetik mat salleh ke?". Sebab jika di Malaysia, saya selalu dengar budak-budak menangis berguling-guling ketika berada di mall terutamanya di bahagian barangan mainan kanak-kanak.

Saya ada tiga anak saudara, sebab itulah.Suatu hari ketika berada di dalam bas, saya terdengar seorang anak ini berbisik-bisik di telinga ibunya. Selepas itu ibunya membalasnya dengan cara yang sama.  Lama juga mereka berbisik-bisik. 

Saya pun cuba memasang telinga sebab saya rasa budak itu comel sangat. Setelah mendengar apa yang dibisikkan itu, barulah saya faham bahawa ibu dia sedang marah anak dia tetapi dalam cara berbisik. Mata budak itu berkaca sambil berbisik semula kepada ibunya kerana dia tidak berpuas hati dengan teguran yang diberikan.

Akhirnya, si kecil itu faham dan tunduk. Umurnya mungkin dalam lingkungan 5 tahun.Di dalam hati saya berkata, "patutlah tidak pernah dengar anak orang di sini menangis meraung-raung. Marah pun berbisik-bisik sahaja,". 

Kalau anak dia jauh, dia panggil suruh datang dekat, lepas itu tegur di telinga anak itu dengan pelahan.Jadi, saya membuat kesimpulan bahawa, apabila ibu bapa tidak menjerit memarahi anak-anak, anak-anak itu tadi tidak perlu menjerit untuk melawan suara ibu bapanya jika tidak berpuas hati dengan teguran yang disampaikan.

Tetapi saya faham di Malaysia agak panas. Belum sempat untuk tegur, hati sudah membara terbakar dulu. 

Saya rasa hidup ini biarlah ikhlas.. kieikhlasan itu datangnya dari lubuk hati yg murni.. sukar utk kita mengukur keikhlasan seseorang melainkan dapat dinyatakan dgn kelakuan.. apabila keikhlasan dapat dinyatakan dgn kelakuan atau tingkahlaku... itulah namanya kasih sayang.. kasih sayang untuk sebuah perkongsian merupakan keikhlasan yang agung...


1- Ingat yang kita tak melahirkan robot, tapi seorang manusia. Walaupun masih kecil, anak-anak ini sudah mempunyai emosi yang kadang-kadang ok, atau kadang-kadang merasa tidak selesa dan marah dengan sesuatu. Maka tugas kita sebagai ibu bapa untuk memujuk dan mendidik mereka dengan sebaiknya.

2- Menangis atau meragam adalah cara anak kecil berkomunikasi dan menyampaikan kepada kita sesuatu maksud. Mungkin mereka ingin memberitahu kepada kita yang mereka demam, sakit perut, minta bantuan kita untuk sesuatu dan sebagainya. Sebaiknya periksa dulu apa yang membuatkan anak menangis.

3- Ingat bahawa ingatan anak kecil sangat kuat dan mudah mengikut perbuatan dan percakapan kita. Kita pastinya tidak mahu anak- anak kita membesar menjadi seorang yang pemarah dan emosi yang tidak stabil. Jaga percakapan dan tingkah laku kita daripada melampaui batas.. Elakkan daripada menyebut perkara-perkara negatif kepada anak kecil.

4- Bersyukur yang kita dikurniakan anak. Berapa ramai pasangan suami isteri di luar sana yang tidak mendapat cahaya mata. Bersyukur yang Allah maha pemurah kerana memeberikan kita peluang menjadi ibu dan ayah.

5- Fikirkan yang jika sesuatu yang tidak baik berlaku kepada anak kita, pastinya kita akan merasa terkilan kerana memarahi mereka yang bukan-bukan. Pastinya juga kita akan menyesal yang tidak berkesudahan.

6- Banyakkan istighfar dan selawat jika kita mula hilang sabar. Jika merasa hendak marah yang amat sangat, biarkan anak seketika. Ambil masa untuk kita tenangkan diri, dan pada masa yang sama anak juga dapat bertenang seketika. Bila sudah dapat menenangkan diri, pujuk anak kembali.

7- Fikirkan adakah kita mahukan anak yang sihat, boleh menangis dan meragam.. atau pun mempunyai anak yang tidak menangis dan meragam, tapi hanya terlantar kesakitan?? pastinya kita akan merasa bersyukur kerana anak-anak masih sihat walaupun kadang-kadang meragam.

8- Banyakkan memperdengarkan anak-anak dengan bacaan Al-quran, supaya hati mereka lembut dan mudah mendengar kata.

9- Bercakap kepada mereka dengan lembut kerana jika kita bercakap kasar dan meninggikan suara, itu langsung tidak akan menyelesaikan masalah. Fikirkan bagaimana perasaan kita jika ada orang memarahi kita sebegitu.

10- Fikirkan yang anak-anak menangis atau meragam kerana mungkin nak mendapatkan perhatian kita. Muhasabah diri mungkin kita kurang memberi masa dan kasih sayang kepada mereka.

1. Berikanlah ubat paracetamol dengan sukatan yang dibenarkan oleh doktor.

2. Bukakan pakaian anak dan gunakanlah tuala basah yang direndam di dalam air sejuk untuk menyapu pada bahagian muka, kepala, leher, ketiak, depan dan belakang badan serta kaki. Selimutkan bahagian dada anak dengan tuala kering (bagi mengelakkan anak mendapat batuk) dan biarkan tanpa pakaian untuk beberapa jam.

3. Biarkan tuala sejuk tersebut pada bahagian pelipat ketiak dan dahi.

4. Berikan susu dan air masak dengan kerap bagi mengelakkan anak anda dari mengalami dehidrasi.

5. Anak yang kelihatan lemah sewaktu demam adalah menunjukkan tanda lebih sakit, berbanding anak yang masih aktif walaupun demam.

6. Bukakan tingkap bilik / rumah bagi memastikan pengudaraan rumah dalam keadaan lancar dan tidak berhawa panas. Buka kipas atau kekalkan suhu penghawa dingin pada paras 27°c.

7. Sekiranya terdapat tanda-tanda seperti ruam pada badan, bintik di dalam mulut, muntah tanpa henti, cirit-birit, anak mengalami kekejangan / sawan serta tanda-tanda lain yang membimbangkan segera bawa anak berjumpa dengan doktor bagi mendapatkan rawatan lanjut. Seelok-eloknya bawa anak pergi ke hospital / klinik yang menyediakan rawatan khusus untuk kanak-kanak.

8. Sentiasa pantau keadaan demam anak kerana demam yang berlarutan lebih daripada 2 hari memerlukan rawatan segera di klinik mahupun di hospital

Petua Mengurangkan Demam

Ditulis oleh Timothy | 8:05 AM | , , | 0 comments »

1. Campurkan segenggam asam jawa dengan air sejuk dan lumurkan pada kepala dan seluruh anggota badan. Asam jawa berfungsi untuk menyejukkan badan dan menurunkan suhu panas pada badan.

2. Mandikan anak dari paras bawah anggota badan hingga ke atas secara perlahan-lahan iaitu bermula dari kaki, punggung, badan dan akhir sekali pada bahagian kepala.

Banyak kes dan kejadian yang tidak diingini berlaku apabila demam anak dibiarkan begitu sahaja. Penting untuk kita sebagai ibu bapa memastikan kesihatan anak berada dalam keadaan yang stabil.

Peranan ibu bapa dalam mendidik anak adalah tanggungjawab yang besar dalam melahirkan insan yang soleh dan solehah..kadang-kadang memenuhi permintaan anak-anak adalah diluar kemampuan ibu bapa. Mari kita sama-sama bermuhasabah diri dan merenung sejauh mana kesilapan kita didalam mendidik anak..

40 KESILAPAN IBU BAPA


1. Pemilihan jodoh tanpa memperhitungkan mengenai zuriat

2. Perhubungan suami isteri tanpa memperhitungkan mengenai zuriat

3. Kurang berlemah lembut terhadap anak-anak

4. Memaki hamun sebagai cara menegur kesilapan anak-anak

5. Tidak berusaha mempelbagaikan makanan yang disajikan kepada anak-anak

6. Jarang bersama anak-anak sewaktu mereka sedang makan

7. Melahirkan suasana yang kurang seronok ketika makan

8. Membeza-bezakan kasih sayang terhadap anak-anak

9. Kurang melahirkan kasih sayang

10. Sering mengeluh di hadapan anak-anak

11. Tidak meraikan anak-anak ketika mereka pergi dan pulang dari sekolah

12. Tidak mengenalkan anak-anak dengan konsep keadilan

13. Tidak memberatkan pendidikan agama di kalangan anak-anak

14. Tidak terlibat dengan urusan pelajaran anak-anak

15. Tidak memprogramkan masa rehat dan riadah anak-anak

16. Tidak menggalakkan dan menyediakan suasana suka membaca

17. Mengizinkan anak-anak menjamah makanan dan minuman yang tidak halal

18. Tidak menunjukkan contoh tauladan yang baik di hadapan anak-anak

19. Jarang meluangkan masa untuk bergurau senda dengan anak-anak

20. Terdapat jurang komunikasi di antara ibubapa dengan anak-anak

21. Tidak menggunakan bahasa yang betul

22. Suka bertengkar di hadapan anak-anak

23. Sentiasa menunjukkan muka masam di hadapan anak-anak

24. Tidak membimbing anak-anak supaya mematuhi syariat

25. Memberi kebebasan yang berlebihan kepada anak-anak

26. Terlalu mengongkong kebebasan anak-anak

27. Tidak menunaikan janji yang dibuat terhadap anak-anak

28. Tidak menunjukkan minat kepada aktiviti anak-anak

29. Tidak memupuk semangat membaca di kalangan anak-anak

30. Tidak berminat melayan pertanyaan atau kemusykilan anak-anak

31. Tidak memberi perhatian terhadap buah fikiran anak-anak

32. Lambat memberi penghargaan kepada anak-anak

33. Kerap meleteri sesuatu kesilapan yang dilakukan anak-anak

34. Hukuman yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan

35. Sering mengancam dan menakutkan anak-anak

36. Menghukum tanpa menyatakan kesalahan yang dilakukan

37. Tidak konsisten dalam menjatuhkan hukuman ke atas anak-anak

38. Memberi nasihat yang sama kepada anak-anak

39. Tidak tegas mendidik anak-anak

40. Tidak menggalakkan anak-anak hidup bekerjasama

Adalah dikisahkan….pada ketika seorang bayi akan dilahirkan ke dunia nyata.

* Bayi itu bertanya kepada Tuhan nya : “Para malaikat di sini mengatakan bahawa besok Engkau akan mengirimkan saya ke dunia, tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? Saya begitu kecil dan lemah.”

Tuhan menjawab: “Aku telah memilih satu malaikat untukmu. Dia akan menjaga dan mengasihimu dengan sepenuh hatinya.”



*Bayi bertanya lagi: “Tetapi disini, didalam syurga ini, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi, bermain dan tertawa…Inikan sudah cukup bagi saya untuk berbahagia.”

Tuhan menjawab: “Malaikat mu nanti akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari. Dan kamu akan merasakan kehangatan cinta dan kasih sygnya dan menjadi lebih berbahagia di sana”

* Bayi bertanya lagi: “Bagaimana mungkin saya dapat memahami orang-orang bercakap dengan saya sedangkan saya tidak memahami bahasa mereka?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar. Dan dengan penuh kesabaran dan perhatian. Dia akan mengajar kepadamu cara untuk berkata-kata.”

* Bayi bertanya lagi: “Apakah yang boleh saya lakukan ketika saya ingin berbicara kepadaMu?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa dan bermunajat kepadaKu.”

* Bayi bertanya lagi:”Saya mendengar bahawa di Bumi banyak orang jahat. Siapa yang akan melindungi saya nanti?”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu lah yang akan melindungimu, walaupun mungkin jiwa dan raga terpaksa dikorbankannya.’

* Bayi bertanya lagi: “Tapi, saya pasti akan merasa sedih kerana tidak lagi dapat melihatMu lagi.”

Tuhan menjawab: “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku dan akan mengajarkan bagaimana kamu nanti akan kembali juga kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku akan sentiasa disisimu.”

Pada saat itu, Syurga begitu tenang dan hening sehingga suara dari Bumi dapat jelas kedengaran.

* Dan sang bayi bertanya perlahan : “Tuhan, jika saya terpaksa pergi sekarang ini, bolehkah Kamu khabarkan kepadaku nama malaikat yang Kamu maksudkan itu?”

Tuhan menjawab: “Kamu akan memanggil malaikatmu itu sebagai “IBU”. Maka ingatlah, sentiasa kamu berkasih sayang dengannya dan menghargai setiap pengorbanan ibu mu. Berbakti, berdoa dan cintailah dia sepanjang masa. Dialah satu-satunya harta mu yang tiada galang gantinya, dunia mahupun akhirat.”

Dan untuk para Ibu, ingatlah kisah ini dikala kamu hilang sabar dengan karenah anak-anak mu yang sedang membesar. Sesungguh nya Syurga itu dibawah telapak kakimu.

Anak dan Kasih Sayang

Ditulis oleh Timothy | 10:10 PM | | 0 comments »

Renungan Bersama:

1) Jangan pukul anak dari lutut keatas

2) Jangan gunakan tangan/anggota tubuh kita utk memukul anak dengan tangan dan jangan sesekali menampar anak pakai tangan kita. nanti anak jadi bertambah degil dan nakal dan tak boleh control

3) Rotan/pukul anak di telapak kakinya . Secara saintifiknya ada kaitan dengan refleksologi dan merangsang ke bahagian otak

4) Mulakanlah hidup anak anda dengan nama panggilan yang baik. Nama panggilan yang kurang baik akan menyebabkan anak anda malu dan merasa rendah diri. (Dalam Islam sendiri nama panggilan yang baik adalah digalakkan).

5) Berikan anak anda pelukkan setiap hari (Kajian menunjukkan anak yang dipeluk setiap hari akan mempunyai kekuatan IQ yg lebih kuat daripada anak yang jarang dipeluk)

6) Pandanglah anak anda dengan pandangan kasih sayang (Pandangan ini akan membuatkan anak anda lebih yakin diri apabila berhadapan dengan persekitaran)

7) Berikan peneguhan setiap kali anak anda berbuat kebaikan (Berilah pujian, pelukkan, ciuman, hadiah ataupun sekurang-kurangnya senyuman untuk setiap kebaikan yang dilakukannya).

8) Janganlah mengharapkan anak anda yang belum matang itu melakukan sesuatu perbuatan baik secara berterusan, mereka hanya kanak-kanak yang sedang berkembang. Perkembangan mereka buatkan mereka ingin mengalami setiap perkaratermasuklah berbuat silap.

9) Apabila anda berhadapan dengan masalah kerja dan keluarga,pilihlah keluarga (Seorang penulis menyatakan anak-anak terus membesar. Masa itu terus berlalu dan tak akan kembali).

10) Di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak, janganlah tuan/puan mengeluh. Keluhan akan membuatkan anak-anak merasakan diri mereka beban.

11) Dengarlah cerita anak anda, cerita itu tak akan dapat anda dengari lagi pada masa akan datang. Tunggu giliran anda untuk bercakap (Ini akan mengajar anak anda tentang giliran untuk bercakap)

12) Tenangkan anak anda setiap kali mereka memerlukannya.

13) Tunjukkan kepada anak anda bagaimana cara untuk menenangkan diri. Mereka akan menirunya.

14) Buatkan sedikit persediaan untuk anak-anak menyambut harijadinya. Sediakanlah hadiah harijadi yang unik walaupun harganya murah. Keunikan akan membuatkan anak anda belajar menghargai. (Anak2 yg dtg daripada persekitaran yang menghargai akan belajar menghargai orang lain).

15) Kemungkinan anak kita menerima pengajaran bukan pada kali pertama belajar. Mereka mungkin memerlukan kita mengajar mereka lebih daripada sekali.

16) Luangkanlah masa bersama anak anda diluar rumah, peganglah tangan anak-anak apabila anda berjalan dengan mereka. Mereka tentu akan merasa kepentingan kehadiran mereka dalam kehidupan anda suami isteri.

17) Dengarlah mimpi ngeri anak-anak anda. Mimpi ngeri mereka adalah begitu real dalam dunia mereka.

18) Hargailah permainan kesayangan anak anda. Mereka juga dalam masa yang sama akan menghargai barang-barang kesayangan anda. Elakkan daripada membuang barang kesayangan mereka walaupun sudah rosak. Mintalah kebenaran mereka sebelum berbuat demikian.

19) Janganlah membiarkan anak-anak anda tidur tanpa ciuman selamat malam,

20) Terimalah yang kadangkala anda bukanlah ibubapa yang sempurna. Ini akan mengurangkan stress menjadi ibu bapa.

21) Jangan selalu membawa bebanan kerja pejabat ke rumah. Anak-anak akan belajar bahawa kerja pejabat selalunya lebih penting daripada keluarga.

22) Anak menangis untuk melegakan keresahan mereka tetapi kadangkala cuma untuk sound effect sahaja. Bagaimanapun dengarilah mereka, dua puluh tahun dari sekarang anda pula yang akan menangis apabila rumah mula terasa sunyi. Anak-anak anda mula sibuk mendengar tangisan anak mereka sendiri.